Semangat Belajar dan Budaya Global Warnai Jobsite Timika dan Tembagapura
Pada pekan ini, suasana di area Jobsite Timika dan Tembagapura diramaikan dengan adanya berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah-sekolah di bawah naungan Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ) dan Mt. Zaagkam School (MZS).
Pada hari Kamis, 24 April, YPJ Tembagapura dan Kuala Kencana mengadakan Eksibisi Program Tingkat Dasar Angkatan ke-55, YPJ Tembagapura dengan tema "Nemang Kawi Terhebat", dan bertempat di Sekolah YPJ Kuala Kencana, dengan tema “Come Alive”. Persiapan Eksibisi ini berjalan selama 1 unit pelajaran selama 7 minggu.
Menurut penjelasan Pak Dedy, guru kelas 6 YPJ Tembagapura, kegiatan ini merupakan bagian dari ujian akhir siswa kelas 6. Berbeda dari ujian konvensional, para siswa diminta memilih topik-topik aktual yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), melakukan riset mendalam bersama para mentor kelompok, dan mempresentasikan solusi atas isu tersebut. Kegiatan ini menjadi momen istimewa, bukan hanya bagi siswa, tetapi juga bagi guru, orang tua, dan seluruh komunitas yang ada di Dataran Tinggi dan Dataran Rendah.
Topik yang diangkat di dalam Eksibisi ini ditentukan oleh para siswa sendiri berdasarkan isu-isu terkini yang kerap terjadi di lingkungan sekitar antara lain mencakup dampak penggunaan media sosial, polusi plastik di lautan, peran generasi muda dalam perekonomian, konsumsi sumber daya alam, pengembangan kecerdasan buatan (AI), pentingnya pendidikan, pelestarian hutan dan satwa langka, kualitas air, serta dinamika ekonomi Kabupaten Mimika. Masing-masing kelompok menghias booth mereka sesuai tema, dilengkapi dengan mind mapping yang menggambarkan permasalahan dan solusi yang diusulkan. Kegiatan ini tidak hanya mengasah keterampilan akademik, tetapi juga kreativitas, kerja sama tim, dan kesadaran sosial para siswa.
Para siswa menggunakan keterampilan bersosialisasi, berpikir, meneliti, komunikasi, dan pengendalian diri untuk membuat kegiatan eksibisi ini menjadi sukses, karena dalam persiapannya para siswa ditantang untuk mampu bekerjasama dan berkolaborasi di dalam kelompok, menggunakan keterampilan dalam menentukan topik yang mereka pilih, mampu melakukan penelitian untuk mencari sumber yang digunakan untuk memperdalam pengetahuan mereka untuk topik yang dipilih, serta melakukan wawancara langsung dengan para ahli terkait topik yang sudah dipilih.
“Selama proses ini, siswa belajar mengelola diri, bekerja dalam tim, berpikir kritis, dan berkomunikasi dengan berbagai pihak, ini merupakan proses yang berharga untuk para siswa dalam memahami permasalahan yang ada di sekitar mereka dan menjadi pembelajar seumur hidup yang mampu memecahkan masalah dalam kehidupan mereka kedepannya” ucap Maria Wirastuti, Kepala Sekolah SD YPJ Kuala Kencana.
Di pekan yang sama, pada hari Sabtu, 26 April, Mt. Zaagkam School (MZS) Tembagapura menggelar perayaan International Day dengan semarak dan penuh warna. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 20 kewarganegaraan yang tergabung dalam komunitas sekolah, dan menjadi momen penting untuk merayakan identitas serta keberagaman budaya yang hidup di lingkungan MZS.
Acara dimulai dengan Parade Bendera, di mana para siswa, guru, dan orang tua berjalan membawa bendera negara masing-masing sambil mengenakan kostum tradisional dari negara yang mereka wakili, dengan Indonesia, sebagai negara tuan rumah. Para peserta kemudian dibagi dalam kelompok wilayah seperti Indonesia, Asia, Amerika Selatan, Amerika Utara, dan Afrika. Setiap ruang kelas disulap menjadi miniatur kebudayaan masing-masing benua, lengkap dengan kostum, permainan tradisional, seni tari, hingga face painting khas budaya tertentu.
“Hari ini kami merayakan International Day bersama lebih dari 20 kebangsaan berbeda. Bagi kami, sebagai institusi pendidikan, sangat penting untuk merayakan identitas setiap individu, termasuk negara asal dan bahasa yang mereka bawa. Kami berharap seluruh komunitas dapat belajar tentang budaya dan tradisi dari berbagai bangsa melalui kegiatan ini,” ujar Raquel, Wakil Kepala Sekolah sekaligus Kepala Pembelajaran di MZS.
Menariknya, pada jam makan siang, para orang tua murid turut ambil bagian dengan menyajikan beragam hidangan khas dari negara masing-masing. Suasana pun semakin meriah saat para siswa mencicipi makanan dari berbagai belahan dunia, tidak hanya lezat, tetapi juga menjadi pengalaman yang edukatif.
“Merayakan perbedaan itu sangat penting, terutama bagi kami yang telah lama jauh dari negara asal. Ini menjadi momen untuk terhubung kembali dengan budaya sendiri, sekaligus memperkenalkan budaya itu kepada siswa lainnya. Kegiatan seperti ini membangun rasa saling mengerti, membuka pikiran, dan membuat kita merasa lebih dekat satu sama lain. Pada akhirnya, kita sebenarnya lebih mirip daripada berbeda. Semakin kita memahami suatu budaya, semakin besar pula rasa hormat yang kita bangun terhadapnya,” ungkap Gladys, salah satu guru MZS.
Tidak hanya sekedar selebrasi tahunan, International Day merupakan bentuk nyata dari pendidikan lintas budaya yang mengajarkan toleransi, rasa hormat, dan kebersamaan dalam keberagaman.
Dengan pelaksanaan eksibisi ini, siswa Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ) dan Mt. Zaagkam School (MZS) tidak hanya menunjukkan hasil belajar mereka, tetapi juga membuktikan bahwa mereka siap menjadi pemimpin di masa depan yang mampu untuk menyesuaikan diri dimanapun mereka berada.
Kembali Ke List





