PASTI-Papua Cegah Stunting untuk Generasi Emas Papua
TIMIKA – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bersama dengan PT Freeport Indonesia (PTFI), dan United States Agency for International Development (USAID) meluncurkan program Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia (PASTI)-Papua, di SwissBell Hotel, Timika (13/09).
Acara ini dihadiri oleh Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes dr. Maria Endang Sumiwi, Deputi Bappenas RI, Tri Dewi Virgiyanti, Sekretaris Daerah Kab. Mimika, Petrus Yumte, USAID Mission Director, Jeffrey P. Cohen, Director, Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, National Director Wahana Visi Indonesia (WVI), Angelina Theodora, dan 200 undangan dari pemerintah, PTFI serta para penerima manfaat program pencegahan stunting.
Program PASTI-Papua merupakan inisiatif dari USAID dan PTFI dalam mendukung tujuan Kemenkes RI dalam mempercepat angka penurunan stunting dan meningkatkan gizi anak di kabupaten prioritas yaitu Kab. Mimika, Kab. Asmat, dan Kab. Nabire hingga tahun 2026. “program ini akan melibatkan Masyarakat, Perusahaan Swasta dan Pemerintah Daerah, di mana kita sudah melihat hal-hal yang sangat menjanjikan akan terjadi dan berhasil dengan baik kedepannya” kata Jeffrey Cohen
Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Provinsi Papua Tengah mencatat angka prevalensi stunting sebensar 39,4% dengan 46.128 kasus, sementara Papua Selatan mencatat prevalensi sebesar 25% dengan 33.304 kasus. Angelina Theodora mengatakan jika permasalahan ini tidak segera ditangani, anak dengan stunting memiliki risiko perkembangan otak yang dapat berakibat pada berkurangnya kemampuan kognitif yang mempengaruhi produktivitas kerja di masa depan. Sementara, percepatan penurunan stunting di Papua berhadapan dengan beberapa tantangan, mulai dari minimnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan dan pemantauan anak di Posyandu, hingga pemberian makan dengan pemberdayaan pangan lokal yang bergizi.
Pada kesempatan yang sama, Jeffrey Cohen mengatakan melalui dengan kemitraan dengan masyarakat setempat, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya, kami akan mengembangkan solusi berkelanjutan yang akan mengatasi akar masalah stunting. “Indonesia sudah membuat kemajuan yang signifikan selama 10 tahun terakhir, lebih dari itu Pemerintah Indonesia memiliki target yang lebih tinggi lagi. Pemerintah Amerika Serikat senang dapat bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia dalam mendukung upaya Pemerintah Indonesia mencegah stunting pada anak di Provinsi Papua Tengah dan Papua Selatan melalui program PASTI-Papua” kata Jeffrey.
Saat ini diperlukan upaya yang cepat dan terpadu untuk memastikan setiap anak bisa tumbuh optimal agar bisa berkontribusi penuh untuk masyarakat lainnya. PASTI-Papua menjadi awal dari perjalanan penting yang membutuhkan dedikasi, inovasi dan kolaborasi.
PT Freeport Indonesia berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan, salah satunya melalui inovasi program kesehatan. “Rencana ini akan berjalan 3 tahun secara kontinu bersama dengan USAID, WVI, Pemerintah Daerah yang tentunya ini merupakan gerakan dan kegiatan yang berpeluang untuk kita kembangkan dan setelah 3 tahun kita mau melihat kabupaten lainnya, kita berkomitmen untuk membantu masyarakat Papua tanpa harus melihat batas-batas administrasi” kata Claus.
PASTI-Papua akan meningkatkan kualitas praktik kesehatan gizi berbasis masyarakat melalui tiga pendekatan. Pertama, intervensi komunikasi perubahan perilaku sosial yang melibatkan tokoh masyarakat. Kedua, meningkatkan kualitas pelayanan Puskesmas melalui penguatan pelayanan kesehatan primer yang terintegrasi, komprehensif dan preventif bagi ibu, anak dan remaja. Ketiga, meningkatkan kapasitas kelembagaan dan tata kelola kolaboratif di antara pemangku kepentingan dalam mewujudkan Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN-PASTI) di tingkat sub-nasional sampai pada penguatan mitra lokal.
Kembali Ke List





