YPJ Annual Meeting 2026: Membangun Satu Komunitas, Satu Standar, Satu Misi Pendidikan
Pada 15–16 Mei 2026, Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ) menggelar YPJ Annual Meeting di Kuala Kencana. Kegiatan ini diikuti para kepala sekolah, pendidik, staf YPJ dari dua kampus utama (Kuala Kencana dan Tembagapura), serta perwakilan manajemen PT Freeport Indonesia. Pertemuan dua hari ini dibuka dengan rangkaian diskusi internal di hari pertama, dilanjutkan agenda team building yang dirancang oleh tim Manpower Management (MPM) & Organizational Development (LOD).
Membuka acara tersebut, Direktur & EVP Human Resources, Clementino Lamury memberikan semangat kepada para tenaga pendidik bahwa betapa pentingnya fungsi mereka yang akan diingat oleh anak‑anak didik suatu saat. Ia menekankan perlunya sinergi antara YPJ Kuala Kencana dan Tembagapura agar dapat menghasilkan proses pembelajaran terbaik bagi seluruh peserta didik.
YPJ Annual Meeting yang dirancang tim MPM dan LOD bertujuan menyatukan pemimpin, pendidik, dan staf dari Kuala Kencana dan Tembagapura menjadi satu komunitas institusi dengan standar operasional yang seragam. Yaitu dengan membangun pemahaman bersama mengenai peran, tanggung jawab, dan kontribusi masing‑masing kampus dalam ekosistem YPJ agar keputusan lintas kampus didasarkan pada kesepahaman, bukan asumsi terpisah. Serta menjadi sarana komunikasi langsung untuk menyampaikan arah strategis dan ekspektasi manajemen PTFI terhadap sekolah YPJ, termasuk peta jalur pendidikan dan target pengembangan sumber daya manusia untuk lima tahun ke depan.
EVP Site Operations & Kepala Teknik Tambang PTFI, Carl Tauran memberi pesan dengan tegas bahwa “investasi paling bermakna bukanlah menghasilkan, melainkan untuk sumber daya manusia yang berkualitas.” Menurutnya, banyak hal telah dilakukan oleh YPJ, namun masih banyak lagi yang bisa ditingkatkan sebagai wujud komitmen kita dalam mendidik generasi penerus. Beliau menekankan bahwa misi YPJ berbicara tentang membangun generasi yang berdaya dan mampu menghadapi tantangan global.
Pertemuan ini juga menyediakan ruang kerja bagi peserta untuk mengidentifikasi hal‑hal yang sudah berjalan baik dan perlu dipertahankan, apa yang perlu diperbaiki, dan apa yang perlu dihentikan, sehingga menghasilkan masukan konkret untuk rencana tahun ajaran 2026/2027. Forum ini menetapkan titik awal bersama untuk aksi yang selaras, sehingga menghasilkan komitmen yang dapat diwujudkan dalam praktik nyata di kelas dan tata kelola sekolah.
Sejalan dengan hal itu, Direktur & EVP Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma berpesan bahwa YPJ perlu menyadari pentingnya perubahan dan penyesuaian metode dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan anak‑anak didik, termasuk anak‑anak Papua. “Kami berharap, ke depannya mereka menjadi penerus yang dibanggakan orang tua, YPJ, PT Freeport Indonesia, dan bangsa Indonesia,” ujar Claus.
Dengan format internal meeting di hari pertama dan team building di hari kedua yang dirancang oleh divisi LOD dan MPM, YPJ Annual Meeting 2026 tidak hanya menjadi forum formal, tetapi juga ruang refleksi dan pembentukan rasa kebersamaan. Tentunya akan diterapkan sebagai langkah nyata dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan di kedua kampus. Dian Novitasari, guru SD YPJ Kuala Kencana, menjelaskan bahwa ia merasa sangat senang karena telah mengikuti acara ini. “Acara ini merupakan tonggak awal di mana kedua kampus mulai membangun bersama, merefleksi, dan menuju ke depan yang lebih baik,” katanya. Sementara itu, Yustus Samber, guru YPJ TPRA, menggambarkan refleksi pribadinya juga dengan singkat: “Saya belajar untuk lebih berefleksi bagaimana stop untuk complaining, tapi mulai memberkati dari apa yang kita sudah dapat hari ini.”
YPJ Annual Meeting 2026 menegaskan satu pesan kuat: bahwa YPJ hadir sebagai satu yayasan dengan satu standar, satu misi, dan satu komitmen terhadap pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan bagi generasi Papua dan Indonesia.
Kembali Ke List





.jpg)