Seniman Kamoro Perkenalkan Budaya Pesisir Selatan Papua di Jawah Tengah
Magelang, 13 September 2024 - Minggu lalu, sebanyak delapan Seniman dari Suku Kamoro, didampingi oleh Yayasan Maramowe Kamorowe (YMWK) Timika bersama Yayasan Atma Nusvantara Jati (Atsanti Foundation), Magelang, mengunjungi dua dusun di sekitar kawasan Candi Borobudur yakni Desa Kebonsari dan Desa Dukun. Ini merupakan pengalaman pertama bagi pada seniman Kamoro Propinsi Papua Tengah untuk melakukan Lawatan Budaya ke Jawa Tengah.
Di Desa Kebonsari, para seniman Kamoro bertukar pengalaman bersama para seniman dari Komunitas Bambu. Mereka mengajarkan teknik mengukir bambu dan membuat Wayang Siladan, sementara tim Maramowe mengajarkan Teknik membuat ukiran Kamoro dari kayu.
“Pertukaran budaya ini sangat berharga bagi kedua komunitas seniman. Kami berdialog dan bertukar pengalaman mengenai pemanfaatan bambu dan kayu sebagai karya seni. Selain itu, kunjungan ini memberikan wawasan tentang pembentukan desa wisata dan pemasaran produk,” ujar Luluk Intarti, pendiri Yayasan Maramowe.
Kunjungan berikutnya berlangsung di Sanggar Gadhung Sari, Desa Dukun, di mana para seniman bertemu dengan Ismanto, seorang Seniman Lukis, pemahat sekaligus pemain musik dan penari. Seniman Kamoro diajari teknik menyepuh alat pahat dan mengukir dengan media batu. Di sanggar ini, mereka juga berkolaborasi dengan puluhan penari dan penabuh gendang cilik yang belajar di sanggar, menyajikan tari pergaulan “Taware” di hadapan warga desa yang menyambut kedatangan seniman dari Papua.
Masih di Magelang, para Seniman Kamoro juga sukses menjadi bintang dalam Festival Bhumi Atsanti (FBA) 2024. Festival tahunan ini merupakan ajang pertemuan para seniman nasional dengan seniman dari Jawa Tengah. Tahun ini, tema yang diusung adalah "Hayuning Roso", terinspirasi dari filosofi Jawa "Memayu Hayuning Bawana" yang berarti mempercantik dunia. Dalam festival tersebut, Seniman Kamoro memperagakan teknik mengukir dan menganyam, serta menampilkan tarian dan lagu rakyatseperti Tari Mbikao (topeng roh), Tari Yamate Eyaro, serta nyanyian 'Wakuru' yang disambung dengan tari Wautu. Ada pula kolaborasi dengan Seniman asal Yogyakarta “D+ Project”, membawakan lagu rakyat Kamoro berjudul ‘Nuru Ai Pani’.
“Senang sekali berada di rumah budaya Bhumi Atsanti. Semua peserta menerima kami dengan baik. Saya dan teman-teman Kamoro dapat mengenal budaya lain, bertukar pikiran, dan belajar dari mereka. Kami juga memperlihatkan budaya kami, bagaimana cara mengukir, menganyam, menari dan menyanyi ala orang Kamoro” tutur Ketua Yayasan Maramowe, Herman Kiripi.
Direktur & EVP Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, menyatakan bahwa Freeport Indonesia berkomitmen untuk terlibat secara nyata dalam pelestarian budaya Suku Kamoro. “Lawatan budaya ke Jawa Tengah ini diharapkan dapat memberi pengalaman bagi para Seniman Kamoro dalam menampilkan karya mereka di panggung budaya, memperkenalkan keindahan seni Kamoro kepada masyarakat luas, menambah jaringan dengan seniman dan komunitas seni lokal, serta membuka ruang kolaborasi antar seniman. Ini juga bisa menjadi ajangbelajar bersama dalamupaya mempromosikan budaya dan merangkul generasi muda pewaris tradisi," kata Claus.
Tidak hanya mengunjungi Desa Kebonsari dan Desa Duku, para seniman dari Papua Tengah ini juga berkesempatan melanjutkan lawatan budaya ke Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta (10-13 September). Di kampus ini, mereka membagi informasi dan berdiskusi dengan dosen tentang Budaya Suku Kamoro, serta terlibat dalam praktik pendokumentasian tarian Kamoro bersama mahasiswa sebagai bagian dari upaya preservasi Budaya Kamoro melalui media audio visual. Kegiatan ini merupakan kerjasama berbagai jurusan di ISI Surakarta yang tergabung dalam Fakultas Seni Rupa dan Desain.
“Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat hubungan antara seni tradisional dan akademik di ISI Surakarta,” kata Luluk.
Berkolaborasi dengan para seniman lokal kegiatan lawatan budaya yang didukung oleh PT Freeport Indonesia ini berhasil menampilkan kekayaan seni dan budaya Pesisir Selatan Papua.
Kembali Ke List





