Kuala Kencana, 29 April 2025 -, PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan dan Kehutanan (BPPHLHK) Wilayah Maluku-Papua melaksanakan pelepasliaran 22 satwa endemik Papua terlindungi di Memorial Park, Hutan Kuala Kencana, Kab. Mimika (29/04), sebagai wujud komitmen terhadap pelestarian keanekaragaman hayati Papua.
Untuk menjaga kesejahteraan satwa dan ketersediaan pangan sehingga satwa dapat terus bertahan, berkembang biak, dan lestari lokasi pelepasliaran dilakukan di Hutan Kuala Kencana atas dasar pertimbangan berdasarkan kesesuaian habitat dan keamanan dari gangguan manusia.
Dalam upaya penyelamatan satwa liar yang dilindungi, Balai Gakkum Kehutanan berhasil mengamankan puluhan satwa endemik hasil sitaan dari praktik perdagangan illegal “Satwa yang ada saat ini merupakan barang bukti sitaan dan pengamanan dari Gakkum Kehutanan, satwa yang kami amankan ada 74 ekor, jumlah satwa yang telah mati 40 ekor, yang akan dilepasliarkan sejumlah 19 ekor, dan yang masih dalam perawatan ada 15 ekor” ungkap Firman, Gakkum Kehutanan.
Dua puluh dua satwa dilindungi yang dilepasliarkan terdiri dari 2 Nuri Aru (Chalcopsitta scintillata), 12 Kasturi Kepala Hitam (Lorius lory), 2 Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus), 1 Kakatua Koki (Cacatua galerita), 2 Kakatua Raja (Probrosciger aterrimus), dan yang diserahkan Masyarakat terdiri dari 2 Kakatua Koki (Cacatua galerita), dan 1 Nuri Kelam (Pseudeos fuscata).
Penegakan hukum hanyalah satu bagian dari Upaya perlindungan satwa, yang jauh lebih penting adalah tumbuhnya kesadaran kolektif dari Masyarakat bahwa satwa endemik di Papua memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan merupakan bagian dari kekayaan hayati di Indonesia.
“Jika masih sering ada penegakan hukum, artinya kesadaran Masyarakat masih minim, maka dari itu kami berharap dari kegiatan seperti ini dapat menyadarkan Masyarakat untuk tidak melakukan tindakan illegal terhadap satwa yang dilindungi” ujar A.G Martana, Kepala BBKSDA Papua
“Kami berharap dengan kolaborasi antara pemerintah dan PTFI juga Masyarakat sekitar termasuk komunitas Freeport, upaya pelestarian satwa endemik Papua dapat berjalan berkelanjutan demi menjaga kekayaan hayati bangsa Indonesia, terutama di Papua” tutur Natalia Janampa, General Superintendent Government Relations yang hadir mewakili PTFI. (Calista Wiriadinata)
Kembali Ke List




-ebk.jpg)
