Bersama Dalam Terang: Aksi Kasih PT Freeport Indonesia untuk Sesama
Momen Natal selalu menjadi momen yang sarat makna. Bukan sekadar perayaan, tetapi panggilan untuk berbagi kasih dan harapan. Semangat yang menginspirasi PT Freeport Indonesia memilih tema “Bersama Dalam Terang” untuk perayaan Natal tahun ini.
Membuka serangkaian Perayaan Natal di dataran tinggi, Panitia Natal melakukan aksi kasih diakonia ke Kampung Waa Banti pada 22 November 2025. Kegiatan ini dihadiri perwakilan PTFI, denominasi Gereja, masyarakat, serta perwakilan RS Waa Banti. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dan karyawan untuk terus berbagi dan hadir bersama masyarakat.
Pelaksanaan diakonia dilakukan dengan penuh persiapan dan semangat kebersamaan. Suasana penuh keakraban dan bahagia tercipta ketika karyawan berinteraksi dengan warga. Di balik setiap bingkisan, tersirat pesan bahwa kasih tidak mengenal batas.
Penyerahan sembako secara simbolis diwakili oleh Pendeta Kristian Jangkup, selaku Ketua Klasis Gereja Kingmi Waa Banti. Pendeta Kristian dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepedulian PTFI dan seluruh karyawan yang telah mengambil bagian dalam aksi kasih ini.
Perwakilan Manajemen PTFI, Eko Purnomo, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh karyawan dan komunitas atas solidaritas dan dukungan yang diberikan. Beliau menegaskan bahwa meskipun di tengah tantangan yang saat ini sedang dihadapi perusahaan, aksi kasih yang sukses terlaksana ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan kepedulian yang tidak luntur. Di kesempatan yang sama, beliau juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru kepada yang merayakan.
Ketua Panitia Natal PTFI di Dataran Tinggi, Kresna Suryandaru, menyatakan aksi kasih Natal kali ini memiliki keistimewaannya sendiri. Tahun ini kegiatan diakonia natal PTFI di dataran tinggi sepenuhnya berasal dari hasil penggalangan dana dari karyawan dan komunitas PTFI yang ada di dataran tinggi. Menunjukkan kepedulian komunitas PTFI dari berbagai latar belakang agama dan suku. Penggalangan dana dilakukan dengan cara membeli kupon sumbangan yang akan diberikan kepada masyarakat hingga akhirnya terkumpul Rp. 120 juta.
Dana yang terkumpul lalu dijadikan 655 paket sembako berisi bahan-bahan pokok berupa beras, susu kental manis, gula, minyak goreng, dan biskuit. Selain itu juga terdapat bantuan pakaian kepada anak-anak dan pendeta-pendeta. Donasi ini disalurkan secara merata ke lima wilayah kampung di area Waa Banti, termasuk gereja di masing-masing wilayah. Bahkan sebagian dari hasil donasi ini akan disumbangkan oleh panitia untuk membantu korban banjir bandang di Sumatera yang akan disalurkan melalui BAMAG PTFI.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada komunitas PTFI di dataran tinggi yang menunjukkan kepedulian dan kasih dengan saudara-saudara di sekitar kita. Juga kepada komunitas ibu-ibu Tembagapura yang memberikan dukungan luar biasa. Semoga aksi kasih seperti ini bisa terus dilakukan di masa mendatang. Menjadi bukti nyata aksi kasih dari kita semua untuk sesama. Bersama Dalam Terang.” tambah Kresna Suryandaru. (Kontributor: Cherry Wospakrik)
Kembali Ke List




