Nabire, 5 Agustus, Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Freeport Indonesia (PTFI) bertekad menumbuhkan semangat juang di kalangan pelajar Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah dengan menyediakan edukasi dan layanan pemeriksaan mata gratis bagi 1.134 siswa.
Pada hari Selasa, 5 Agustus 2025, SMP Negeri 1 Nabire menjadi lokasi perdana yang dikunjungi PTFI, berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pendidikan dan RSUD. Sebanyak 629 siswa di sekolah tersebut akan menerima layanan hingga tanggal 6 Agustus 2025. Kegiatan berikutnya dijadwalkan pada tanggal 7-8 Agustus di SMP Negeri 4 Nabire. Penyediaan edukasi dan pemeriksaan mata bagi pelajar merupakan manifestasi nilai-nilai perusahaan PTFI, yakni komitmen pada Kesehatan dan keselamatan (Safety); menunjukan nilai - nilai baik dan jujur (Intergritas), Komitmen terhadap masyarakat sekitar dalam berbagai program pengembangan masyarakat, nilai saling menghargai (Respect) dan tetap memberikan yang terbaik (Excellence) dalam setiap hal. SINCERE (Safety, Integrity, Commitment, Excellence, Respect).
Senior Officer Community Health Development PTFI, Khairul Zaman Putra, menjelaskan bahwa pemeriksaan mata ini ditujukan khusus untuk siswa kelas 8 dan 9. "Alasannya adalah pada usia tersebut, aktivitas menggunakan media sosial melalui gawai dan menonton TV cenderung tinggi, sehingga sebelum mereka menyadari adanya gangguan penglihatan, kami ingin melakukan intervensi lebih awal dengan kegiatan pemeriksaan mata gratis ini," ujar Khairul.
Sebagai kelanjutan dari pemeriksaan mata ini, apabila dalam pemeriksaan ditemukan siswa mengalami gangguan penglihatan seperti rabun jauh atau rabun dekat, PTFI telah menyiapkan 500 buah kacamata untuk menangani siswa yang akan dibagikan kepada mereka. PTFI terus berkomitmen mendukung pendidikan dan kesehatan di Papua Tengah. "Pendidikan yang baik juga memerlukan penglihatan yang sehat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer, mengapresiasi PTFI atas pelaksanaan kegiatan edukasi dan pemeriksaan mata pelajar secara gratis. Menurutnya, momen ini memberikan kesempatan bagi siswa yang mungkin belum pernah memeriksakan mata mereka. "Ini adalah kegiatan yang positif, karena tujuannya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan mata bagi anak-anak, memberikan kesehatan kepada mereka untuk memeriksakan mata yang mungkin belum pernah dilakukan, kini ada kesempatan dari PTFI untuk datang langsung ke sekolah memeriksa mata," kata Dina.
"Ini untuk membantu siswa-siswi mengatasi gangguan mata yang dialami sehingga dapat ditangani sejak dini. Saya berharap dengan adanya pemeriksaan mata seperti ini, anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan dapat segera diatasi oleh tim dokter," harap Dina.
Wakasek Kurikulum SMPN 1 Nabire, Theresia Irianti Maker, menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan karena telah merekomendasikan sekolahnya sebagai salah satu lokasi kegiatan PTFI. Theresia mengapresiasi PTFI melalui program pelayanan pemeriksaan mata gratis bagi pelajar yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan RSUD. Hal ini dikarenakan pihak sekolah tidak mengetahui kondisi mata para siswanya.
“Ini merupakan layanan pemeriksaan mata gratis pertama di SMP Negeri 1. Kami menyambutnya dengan gembira karena di sekolah kami ada sekitar 976 siswa. Kami memiliki UKS, namun kami tidak dapat memastikan kesehatan mata anak-anak. Biasanya baru diketahui saat mereka mengikuti tes polisi atau tentara ada yang matanya rusak, dan lain-lain. Ini adalah bagian dari deteksi dini dan kami menyambutnya dengan sukacita," kata Theresia.
"Menurut saya kegiatan ini sangat baik, saya baru pertama kali merasakan pemeriksaan mata sehingga mengetahui kondisi mata saya, ini sangat penting sekali," ujar Yoananda, siswa kelas IX A Ketua OSIS SMPN 1 Nabire. Dengan adanya pemeriksaan mata gratis ini, menurut Yoananda, tentunya dapat membantu siswa SMP N 1 Nabire mengetahui kondisi mata mereka dan segera mendapatkan penanganan. "Untuk PT Freeport Indonesia, kami mengucapkan terima kasih banyak karena telah menyelenggarakan kegiatan ini di sekolah kami. Akhirnya kami bisa mengetahui apakah mata kami sehat atau minus dan bisa langsung berkonsultasi dengan dokternya," pungkas Yoananda.
Selain edukasi dan pemeriksaan mata gratis, program Kesehatan mata yang diselenggarakan oleh PTFI juga akan melayani operasi katarak bagi 80 orang pasien dari 645 pasien yang telah mengikuti screening Kesehatan mata di 11 Puskesmas di Nabire.
Kembali Ke List




.png)

