PT Freeport Indonesia Hadirkan JAWARA, Pelatihan UMKM Berbasis Potensi Lokal Gresik
Gresik, 23 Juni 2025 - Dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi lokal, PT Freeport Indonesia (PTFI) menyelenggarakan Program Jagoan Wirausaha Sejahtera (JAWARA) sebagai bentuk dukungan konkret kepada lebih dari 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Manager Environment and Sustainable Development Smelter PTFI, Emily Muteb menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung jalannya program ini.
“Freeport Indonesia mendukung pemberdayaan UMKM melalui Program JAWARA. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas UMKM agar mampu tumbuh secara ekonomi. Kami juga berharap seluruh pemangku kepentingan terus memberikan dukungan dan kolaborasi agar dampak program ini dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata Emily.
Program JAWARA merupakan inisiatif strategis dari PTFI yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas UMKM, khususnya yang berada di wilayah sekitar operasional perusahaan. Melalui pendekatan komprehensif berbasis kebutuhan lokal, program ini bertujuan memperkuat fondasi usaha UMKM agartumbuh berkelanjutan dan memiliki daya saing tinggi di tengah dinamika pasar.
Dalam implementasinya, PTFI bekerja sama dengan Krealogi, perusahaan yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat melalui program kewirausahaan. Program ini difokuskan pada penguatan pengetahuan rantai pasok, pendampingan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan penetapan harga produk, peningkatan efisiensi operasional, serta pengembangan inovasi produk berbasis potensi desa. Program ini juga mencakup pelatihan modul manajemen usaha, konsultasi bisnis, mentoring, hingga uji coba transaksi – seluruhnya dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM.
Dua Gelombang Pelatihan: Sinergi Multipihak
Pelaksanaan Program JAWARA dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada 7–16 Mei 2025 di Balai Desa Manyarejo, dengan peserta dari empat desa: Manyar Sidorukun, Manyar Sidomukti, Manyarejo, dan Banyuwangi. Kegiatan ini disambut positif oleh para pemangku kepentingan dan dibuka secara resmi oleh Manager Environment and Sustainable Development Smelter PTFI, Emily Muteb bersama Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Gresik, Fransiska Dyah Ayu Puspitasari, Kabid Informasi dan Data Ketenagakerjaan Disnaker Gresik, Agustia Partiwi, serta Kepala Desa Manyar Sidomukti, Ach Chasin dan Kepala Desa Banyuwangi, Siti Maslahah.
Kepala Bidang Informasi dan Data Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja Gresik, Agustia Partiwi, mengatakan “UMKM di Gresik terus bertumbuh, namun masih menghadapi kendala seperti akses permodalan dan pemasaran. Pendampingan seperti ini sangat dibutuhkan dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta penciptaan lapangan kerja baru.”
Melanjutkan antusiasme gelombang pertama, gelombang kedua dilaksanakan pada 21 Mei – 4 Juni 2025 di Universitas Qomaruddin, Bungah, Gresik. Kali ini melibatkan pelaku UMKM dari lima desa: Desa Karangrejo, Watuagung, Tanjung Widoro, Kramat, dan Bedanten. Pembukaan gelombang kedua turut dihadiri oleh Plh. Rektor Universitas Qomaruddin, Drs. H. Moh. Maghfur, M.Pd., Kasi Ekonomi Kecamatan Bungah, Nur Istiqomah, SE, MM, serta perwakilan Desa Bedanten dan Desa Karangrejo.
Kolaborasi untuk UMKM Tangguh dan Inovatif
Dengan sinergi antara sektor swasta, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat desa, Program JAWARA menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi UMKM yang tidak hanya tangguh secara manajerial, tetapi juga adaptif terhadap perubahan pasar dan mampu menciptakan inovasi lokal yang berkelanjutan.
Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang PTFI dalam mendukung pemberdayaan ekonomi desa dan memperluas peluang penghidupan yang layak melalui UMKM. Melalui program JAWARA, diharapkan peserta dapat meningkatkan kapasitas dalam kewirausahaan dan inovasi produk sehingga mendorong kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Kembali Ke List




