Menjembatani Keterbatasan Sinyal: Pelatihan Bersama Penyelamatan di Air Satukan Tim Penyelamat

02 June 2025

 

Jauh dari dermaga dan lampu pelabuhan Portsite milik PTFI, terbentang wilayah pesisir terpencil tempat Sungai Ajkwa bermuara ke laut. Wilayah ini sangat luas – dipenuhi hutan bakau dan dilintasi oleh cabang-cabang Sungai – mencakup lebih dari 4.691-kilometer persegi masuk dalam area operasi PTFI, yang dapat dijangkau tim Emergency Preparedness & Response (EP&R) dari PTFI. Di perbatasan wilayah ini, tantangannya menjadi jauh lebih besar, dan hanya bisa ditangani melalui kerja sama erat dengan Basarnas, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan.

Di wilayah ini, 4.271-kilometer persegi atau sekitar 91% dari area yang masuk area operasi PTFI, sinyal telekomunikasi tidak ada. Tidak ada menara sinyal, tidak ada Wi-FI, dan tentu saja tidak ada panggilan telepon yang bisa diandalkan saat keadaan darurat terjadi. Bagi para nelayan dan warga setempat yang mata pencahariannya pada wilayah perairan ini, keheningan bisa menjadi sangat berbahaya. Kondisi darurat – perahu terbalik, kebakaran mesin, atau sakit mendadak – dapat memburuk dengan cepat tanpa cara yagn efektif untuk meminta bantuan.

Untuk meningkatkan kesiapan menghadapi situasi seperti ini, pada hari Selasa, 27 Mei 2025, PTFI melaksanakan latihan penyelamatan di perairan bersama tim Basarnas. Ini bukan simulasi biasa – tetapi Latihan nyata yang mencerminkan keadaan darurat yang benar-benar bisa terjadi. Lokasi latihan berada di sekitar muara Sungai Ajkwa, tempat aliran Sungai menjadi luas dan dalam, dan hutan bakau membuat jarak pandang serta pergerakan menjadi terbatas.

“Latihan ini merupakan momen penting untuk berbagi pengetahuan antara tim EP&R dan Basarnas dalam menghadapi scenario darurat yang dirancang menyerupai kondisi nyata. Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan tim penyelamat dalam mengevakuasi korban pada situasi darurat di Kawasan pesisir laut Selatan Mimika.” kata Periyadi, Manager Fire Safety & Emergency Response, Mining Safety Division.

Bagi tim tanggap darurat, tantangan fisik terasa nyata. Berjam-jam berada di kapal di atas perairan yang tidak menentu bisa membuat tim mengalami mabuk laut, menambah kesulitan dalam Latihan. Namun tim tetap bertahan, menyadari pentingnya latihan ini.

Karyawan dari berbagai departemen ikut terlibat – dari Marine Operation, Environmental, Community Affair, Government Relations, Security Risk Management, dan International SOS. Semua punya peran, mulai dari mengarahkan kapal pendukung, koordinasi dengan komunitas lokal, mengelola peralatan keselamatan, dan menyampaikan komunikasi radio, ataupun persiapan bantuan medis. Tim Government Relations memegang peran penting untuk mempercepat komunikasi dan koordinasi dengan instansi pemerintahan, terutama untuk wilayah di luar area operasi PTFI yang memerlukan kerja sama langsung dengan Basarnas.

“Latihan gabungan ini dirancang untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antara Basarnas dan PTFI dalam melakukan operasi pencarian dan penyelamatan, sebagai bagian dari komitmen Bersama membantu Masyarakat di Kabupaten Mimika yang membutuhkan,” kata Charles, Kepala Operasi Basarnas Timika.

Skenario latihan diambil dari kejadian nyata yang pernah dilaporkan di wilayah ini: tujuh nelayan lokal ikut terlibat, menyumbangkan perahu mereka untuk kelangsungan simulasi nyata seperti perahu nelayan kebakaran, seorang nelayan jatuh di dalam air, kru kapal membutuhkan penanganan medis, perahu hanyut tanpa navigasi. Tanpa jaringan seluler, tim berlatih menggunakan saluran komunikasi radio yang sudah ditetapkan sebelumnya dan sinyal asap untuk menyampaikan sinyal bahaya dan mengoordinasikan pertolongan.

Saat latihan selesai, dan kapal mulai kembali ke pelabuhan, suasana terasa tenang namun penuh rasa bangga. Tim memahami, tantangan bekerja di wilayah terpencil akan selalu ada – ombak besar, sinyal hilang, perjalanan panjang – tapi begitu juga dengan kesiapsiagaan, kerja sama, dan komitmen untuk tidak berpaling ketika seseorang membutuhkan bantuan.

Bagi PTFI, ini bukan hanya pelatihan gabungan ketiga yang dilaksanakan. Ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan terhadap keselamatan – bukan hanya bagi karyawan, tetapi juga untuk masyarakat di sekitar wilayah operasi. Bahkan di titik-titik paling terpencil di peta, di mana sinyal memudar dan arus menjadi kuat, tim tanggap darurat bertekad untuk selalu siap siaga.



joint water rescue
Pelatihan Gabungan Penyelamatan di Air antara EPR PTFI & Basarnas Timika
joint water rescue
Pelatihan Gabungan Penyelamatan di Air antara EPR PTFI & Basarnas Timika
joint water rescue
Pelatihan Gabungan Penyelamatan di Air antara EPR PTFI & Basarnas Timika
joint water rescue
Pelatihan Gabungan Penyelamatan di Air antara EPR PTFI & Basarnas Timika
joint water rescue
Pelatihan Gabungan Penyelamatan di Air antara EPR PTFI & Basarnas Timika
joint water rescue
Pelatihan Gabungan Penyelamatan di Air antara EPR PTFI & Basarnas Timika
joint water rescue
Pelatihan Gabungan Penyelamatan di Air antara EPR PTFI & Basarnas Timika
joint water rescue
Pelatihan Gabungan Penyelamatan di Air antara EPR PTFI & Basarnas Timika
joint water rescue
joint water rescue
joint water rescue
joint water rescue
joint water rescue
joint water rescue
joint water rescue
joint water rescue


 





Kembali Ke List