Community

40 Perempuan Kamoro Ikuti Pelatihan Pengolahan Makanan Berbahan Pangan Lokal


18 June 2026 Papua

Timika, 18 Juni 2026 — Sebanyak 40 perempuan Kamoro dari delapan kampung pesisir Mimika mengikuti pelatihan pengolahan bahan pangan lokal untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal yang diselenggarakan Keuskupan Timika melalui Koperasi Maria Bintang Laut, didukung PT Freeport Indonesia (PTFI) di Rumah Sagu, Kompleks Keuskupan Timika, Papua Tengah, pada 11–12 Juni 2026.

“Melalui kolaborasi ini, perempuan Kamoro mendapat keterampilan dan pengetahuan baru, dan lebih percaya diri dalam mengolah bahan pangan lokal bergizi yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka,” katanya Ketua Koperasi Maria Bintang Laut, Benyamin Meo saat pelatihan.

Ia menjelaskan pelatihan ini merupakan kelanjutan Program Ekonomi (PRONOMI) IV yang dijalankan PTFI sejak 2017 di delapan kampung binaan, yakni Nawaripi, Koperapoka, Ayuka, Tipuka, Nayaro, Vanamo, Omawita dan Ohotya. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal, meningkatkan kualitas gizi keluarga, serta memperkuat peran perempuan dalam pembangunan ekonomi berbasis komunitas di wilayah pesisir kabupaten Mimika.

PTFI SVP of Sustainable Development, Nathan Kum, opened the Local Food Processing Training
SVP Sustainable Development PTFI Nathan Kum membuka Pelatihan Pengolahan Makanan Berbahan Pangan Lokal
Forty participants participated in the theoretical training before practicing processing nutritious
40 orang peserta mengikuti pelatihan teori sebelum melakukan praktik mengolah bahan makanan
One of the training sessions involved processing tambelo into high-protein crackers.
Salah satu pelatihan memanfaatkan bahan pangan dari tambelo yang diolah menjadi kerupuk
Participants made banana molen (banana molen), a nutritious food made from bananas
peserta melakukan pembuatan pisang molen sebagai salah satu bahan makanan bergizi dari bahan pisang
Participants from the Kamoro women training, after the training, showed off their products.
Para peserta pelatihan perempuan Kamoro usai mengikuti pelatihan dan menunjukan hasil produk yang mereka ol
Participants from the Kamoro women training, after the training, showed off their products.
Participants from the Kamoro women training, after the training, showed off their products.
Participants from the Kamoro women training, after the training, showed off their products.
Participants from the Kamoro women training, after the training, showed off their products.
Participants from the Kamoro women training, after the training, showed off their products.


Selama dua hari, lanjut Benyamin, para Mama belajar tentang mengolah bahan pangan lokal bergizi dari bahan ikan, tambelo, singkong, ubi, kelapa dan pisang menjadi lemet, kerupuk ikan, kerupuk tambelo. Selanjutnya peserta belajar mengolah berbagai produk olahan dari pisang seperti pisang molen, nagasari, dan bolu pisang.

Salah satu peserta dari kampung Otakwa, Erfina Aypapenaei (29) menyampaikan rasa syukur atas kesempatan pelatihan pengolahan yang digelar PTFI bersama Keuskupan Timika. ”Saya jadi tahu bahan-bahan makanan yang kita biasa dapatkan dengan mudah di kampung seperti pisang dan singkong bisa kita olah jadi makanan enak dan bergizi untuk suami dan anak dirumah,” ujar Erfina.

Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI Nathan Kum mengatakan pelatihan ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendorong pemanfaatan dan pengembangan pangan local yang bernilai gizi dan ekonomi.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh di rumah untuk anggota keluarga, kemudian membagikan masyarakat di kampung, serta mendorong semakin banyak warga yang memanfaatkan bahan pangan lokal secara kreatif dan produktif,” kata Nathan saat membuka kegiatan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika, Yohana Arwam mengapresiasi kolaborasi PTFI, Keuskupan Timika, dan Pemerintah Kabupaten Mimika dalam meningkatkan kapasitas Perempuan lokal.

“Manfaatkan kesempatan baik ini untuk meningkatkan keterampilan mengolah pangan bergizi dari bahan lokal yang mudah diperoleh. Pelatihan seperti ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal”, katanya.





Kembali Ke List