Freeport Indonesia Siapkan Soft Skill Generasi Muda Papua untuk Menghadapi Dunia Kerja


17 October 2024

Bogor, 17 September 2024 – Direktur & Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma mengatakan PTFI kembali menggelar program pelatihan soft skill Papuan Sustainable Human Capital Development (PSHCD) sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mengembangkan putra-putri Papua yang kompeten dan berdaya saing untuk menghadapi dunia kerja. 

“Tahun ini pelatihan dilakukan dalam tiga gelombang yang diikuti total 114 putra putri Papua yang lolos seleksi. Tujuan program ini untuk meningkatkan berbagai soft skill yang sejalan dengan nilai-nilai PT Freeport Indonesia yaitu SINCERE (Safety, Integrity, Commitment, Respect, Excellence) untuk menghadapi dunia kerja,” kata Claus dalam arahannya kepada peserta pelatihan saat menutup kegiatan PSHCD di Bogor, Selasa (15/10).  

Ia mengatakan pengembangan soft skill bagi putra putri Papua sangat penting untuk memastikan mereka siap memasuki dunia kerja, membangun pribadi yang unggul dan berdaya saing, disiplin dan mandiri. “Disiplin adalah kunci dari kesuksesan, tidak hanya di bidang bisnis tetapi juga untuk kehidupan pribadi. Ketika masuk ke dunia kerja, kedisiplinan itu jadi penting dan sangat dibutuhkan serta harus ditanamkan sejak saat ini,” katanya. 

Claus menjelaskan pelatihan soft skill dan disiplin yang dilakukan saat ini adalah kelanjutan dari pelatihan hard skill yang sudah dilakukan di kampus Institut Pertambangan Nemangkawi, Timika. Dalam pelatihan tersebut para peserta mendapat pelatihan Mekanik, Elektrik, Operator, Welder, dll. 

“Dengan pelatihan paket lengkap hard skill dan soft skill ini peserta akan memiliki pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam Industri dan bisnis. Anak-anak muda Papua yang luar biasa ini diharapkan juga akan mampu memberikan dampak bagi keluarga, tim kerja, dan masyarakat secara umum di Papua,” katanya. 
 

Claus Wamafma greets and congratulates participants at the closing of Papuan Sustainable Development
Claus Wamafma menyapa dan memberi selamat kepada peserta penutupan Papuan Sustainable Development.
Participants of the Bela Negara training learn through outdoor games to improve their skills.
Peserta pelatihan Bela Negara belajar melalui permainan di alam terbuka untuk meningkatkan keterampilan.
Entrepreneur Visit shows how Bela Negara can strengthen the people's economy on a large scale.
Entrepreneur Visit menunjukkan bagaimana Bela Negara dapat memperkuat ekonomi rakyat secara masif.
Participants actively discuss during the Interpersonal Communication & Public Speaking session
Peserta pelatihan aktif berdiskusi saat mengikuti sesi Interpersonal Communication & Public Speaking.
Participants actively discuss during the Interpersonal Communication & Public Speaking session
Participants actively discuss during the Interpersonal Communication & Public Speaking session
Participants actively discuss during the Interpersonal Communication & Public Speaking session
Participants actively discuss during the Interpersonal Communication & Public Speaking session


Program pelatihan yang berlangsung rutin sejak tahun 2017 ini diselenggarakan Papuan Affairs Department bekerja sama dengan Institut Pertambangan Nemangkawi. Dalam setiap tahap, pelatihan berlangsung selama dua pekan di Bogor dengan materi di antaranya Kedisiplinan, Pembentukan Karakter, Team Building, Kepemimpinan, Nasionalisme, Manajemen Waktu, Entrepreneurship, Komunikasi, dan sebagainya. 

Peserta juga mendapat pelatihan pendidikan keterampilan bela negara, pembekalan  dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). 

Salah satu peserta yang terpilih sebagai Peserta Terbaik PSHCD Alfred Edison mengaku senang dan antusias mengikuti pelatihan. “Selama saya di sini saya mendapat banyak hal, salah satunya kedisiplinan, mulai dari disiplin waktu, karakter, bagaimana kita mengamalkan core values SINCERE. Harapan kedepannya kedisiplinan yang dilatih di sini bisa menjadi contoh bagi banyak orang dan menjadi bekal kedepannya untuk saya dan menjadi karyawan lebih baik dari sekarang.” ujar Alfred. 

“Dengan selesainya program pelatihan ini, Freeport Indonesia berharap anak-anak muda Papua mampu merubah pola pikir, pola sikap dan pola tindakan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadi lebih disiplin, berprestasi dan berbuat yang terbaik demi kemajuan bangsa dan Negara Indonesia,” kata Claus. 
 





Kembali Ke List